Kemenkominfo ingin Adopsi Google Fiber, Apakah Layanan Telkom Bisa Terancam ?

Kemenkominfo ingin Adopsi Google Fiber, Apakah Layanan Telkom Bisa Terancam ?

Selamat datang kembali di TeknoTips.NET. TeknoTips.NET adalah media online Indonesia yang diluncurkan pada bulan Maret 2015. Kami berkomitmen menyajikan konten seputar teknologi yang berkualitas dan bermanfaat. Ulasan kami terdiri dari berbagai topik: pemrograman komputer & database, review produk, tutorial windows, linux, android, kumpulan source code & project program, referensi tugas akhir & skripsi, download ebook, game & software.

Pada kesempatan ini kita akan mengulas artikel yang berjudul : Kemenkominfo ingin Adopsi Google Fiber, Apakah Layanan Telkom Bisa Terancam ?.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara dalam pertemuannya dengan Pendiri Google Sergey Brin, belum lama ini,  mengungkapkan keinginan untuk menata bisnis Fixed Broadband di Tanah Air pada 2016. 
“Kominfo telah mempelajari inisiatif Google Fiber di mana terjadi kerjasama yang sangat baik antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah di Amerika Serikat dan penyelenggara Teknologi Informasi dan Komunikasi termasuk Google. Kita mau adopsi,” kata Pria yang akrab disapa RA itu, kemarin. 

Menurutnya, Google Fiber dengan prinsip open access, non diskriminatori serta partisipasi semua stakeholder, dan kemudahan "right of ways" mampu meningkatkan penterasi layanan Fixed Broadband bagi masyarakat di Amerika Serikat.
Kemenkominfo ingin Adopsi Google Fiber, Apakah Layanan Telkom Bisa Terancam ?
“Kominfo ingin mempelajari model kerjasama seperti Google Fiber tersebut untuk dapat dijadikan salah satu referensi percepatan pembangunan Fixed Broadband di Indonesia,” katanya.
elkom, Link Net, MNC Play, dan Biznet, Google Fiber di Indonesia, Fixed Broadband, Google Fiber, Fixed Broadband di Indonesia.
 Sergey Brin dan Rudiantara
Kondisi Indonesia
Untuk diketahui, peluang pertumbuhan Fixed Broadband di Indonesia masih besar. Bila dilihat ada 60 juta jumlah rumah tangga di Indonesia, tingkat penetrasi layanan ini baru mencapai 5% atau tingkat penetrasi sebesar 13% dari jumlah rumah tangga yang di dalamnya terdapat pengguna internet.
Lambannya pertumbuhan fixed broadband di Indonesia tak bisa dilepaskan dari mahalnya biaya investasi. Saat ini hanya beberapa pemain yang gencar menawarkan Fixed Broadband diantaranya Telkom, Link Net, MNC Play, dan Biznet. Telkom bisa dikatakan raja di bisnis ini dari sisi jumlah pelanggan dan infrasatruktur.
Kembali ke ide dari pemerintah untuk mengadopsi model  bisnis Google Fiber di Indonesia, bisa dikatakan ini menjadi ancaman bagi pemain seperti Telkom.
Dalam penelusuran di Internet dinyatakan Google Fiber adalah layanan internet broadband dan televisi kabel yang sudah memiliki pelanggan 27 ribu pelanggan hingga Maret lalu. Layanan ini pertama kali diperkenalkan ke wilayah metropolitan Kansas City,  termasuk 20 pinggiran wilayah Kansas City dalam 3 tahun pertama.
Google Fiber mengumumkan ekspansi ke Austin, Texas dan Provo, Utah pada April 2013, dan ekspansi berikutnya pada tahun 2014 dan 2015 untuk Atlanta, Charlotte, Raleigh, Durham, Nashville, Salt Lake City, dan San Antoni
Google Fiber mengakali kompleksitas pembangunan serat optik di level akses pada agregator dijuluki Google Fiber Huts. Dari Google Fiber Huts ini, kabel serat optik ditarik sepanjang tiang listrik ke lingkungan dan rumah, dan berhenti di sebuah Fiber Jack (sebuah Terminal Optical Network atau ONT) di setiap rumah.
Banyak kalangan memperkirakan dengan pola ekspansi Google Fiber bisa mencapai 8 juta rumah di Amerika Serikat pada 2022 dengan perkiraan biaya sebesar US$ 7 miliar. Goldman Sachs melaporkan bahwa proyek Google ini bisa terhubung dengan sekitar 830.000 rumah per tahun pada biaya sebesar US$ 1,25 miliar per tahun, atau total 7,5 juta rumah di sembilan tahun dengan biaya sedikit lebih dari $ 10 miliar. Dari uraian ini, bisa terlihat jika model bisnis Google Fiber yang akan diadopsi, penetrasi layanan bisa dipercepat, tetapi akankah pemilik infrasatruktur yang kadung memiliki akses di seluruh Indonesia seperti Telkom rela membuka aksesnya bagi pemain lain?
Tag : Telkom, Link Net, MNC Play, dan Biznet, Google Fiber di Indonesia, Fixed Broadband, Google Fiber, Fixed Broadband di Indonesia.
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini
Selanjutnya cek e-mail anda untuk verifikasi.

Silahkan tuliskan komentar relevan Anda dengan jelas dan sopan, sesuai dengan topik postingan tentang "" pada halaman dibawah ini.

0 Response to "Kemenkominfo ingin Adopsi Google Fiber, Apakah Layanan Telkom Bisa Terancam ?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel