Fungsi Fungsi Client Server dalam Jaringan Komputer

Fungsi Fungsi Client Server dalam Jaringan Komputer

Selamat datang kembali di TeknoTips.NET. TeknoTips.NET adalah media online Indonesia yang diluncurkan pada bulan Maret 2015. Kami berkomitmen menyajikan konten seputar teknologi yang berkualitas dan bermanfaat. Ulasan kami terdiri dari berbagai topik: pemrograman komputer & database, review produk, tutorial windows, linux, android, kumpulan source code & project program, referensi tugas akhir & skripsi, download ebook, game & software.

Pada kesempatan ini kita akan mengulas artikel yang berjudul : Fungsi Fungsi Client Server dalam Jaringan Komputer.

Fungsi Fungsi Client Server dalam Jaringan Komputer
Dalam konteks basis data, client mengatur interface berfungsi sebagai workstation tempat menjalankan aplikasi basis data. Client menerima permintaan pemakai, memeriksa sintaks dan generate kebutuhan basis data dalam SQL atau bahasa yang lain. Kemudian meneruskan pesan ke server, menunggu response dan bentuk response untuk pemakai akhir. Server menerima dan memproses permintaan basis data kemudian mengembalikan hasil ke client.

Proses-proses ini melibatkan pemeriksaan autorisasi, jaminan integritas, pemeliharaan data dictionary dan mengerjakan query serta proses update. Selain itu juga menyediakan kontrol terhadap concurrency dan recovery.
Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :
  • Memungkinkan akses basis data yang besar
  • Menaikkan kinerja
  • Jika client dan server diletakkan pada komputer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel. Hal ini mempermudah merubah mesin server jika hanya memproses basis data.
  • Biaya untuk hardware dapat dikurangi
  • Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengatur basis data
  • Biaya komunikasi berkurang
  • Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibutuhkan untuk akses basis data melewati jaringan, menghasilkan data yang sedikit yang akan dikirim melewati jaringan
  • Meningkatkan kekonsistenan
  • Server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat, aplikasi program mengerjakan pemeriksaan sendiri
  • Map ke arsitektur open-system dengan sangat alami.


Berikut ini adalah ringkasan fungsi client-server


1. Client
• Mengatur user interface
• Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai
• Memproses aplikasi
• Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server
• Memberikan response balik kepada pemakai
• Menyediakan akses basis data secara bersamaan
• Menyediakan kontrol recovery

2. Server
• Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client
• Memeriksa autorisasi
• Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint
• Melakukan query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client
• Memelihara data dictionary


3. Aplikasi client server
Istilah arsitektur mengacu pada desain sebuah aplikasi, atau dimana komponen yang membentuk suatu system ditempatkan dan bagaimana mereka berkomunikasi.
Untuk mendapat notifikasi setiap artikel terbaru, masukkan e-mail anda disini
Selanjutnya cek e-mail anda untuk verifikasi.

Silahkan tuliskan komentar relevan Anda dengan jelas dan sopan, sesuai dengan topik postingan tentang "" pada halaman dibawah ini.

0 Response to "Fungsi Fungsi Client Server dalam Jaringan Komputer"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel